HOME
Home » Uncategorized » Alasan BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Bagi Lansia di Atas 60 Tahun

Alasan BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Bagi Lansia di Atas 60 Tahun

Posted at February 7th, 2021 | Categorised in Uncategorized




Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny Lukito mengatakan bahwa Vaksin Voronavac buatan Sinovac kini dapat diberikan pada Lansia di atats 60 tahun.
Hal itu disampaikan Penny dalam konferensi pers secara virtual, Minggu, (7/2/2021).
“Pada tanggal 5 Februari 2021 kemarin Badan POM telah mengeluarkan persetujuan penggunaan emergency use authorization vaksin Coronavac untuk usia di atas 60 tahun,” kata Penny.
Baca juga: Usai Belanja Sayur, Lansia Ini Ditemukan Tewas di Mobil, Ada Ceceran Darah di Sekitar Lokasi
Pemberian vaksin pada Lansia diatas 60 tahun berdasarkan pertimbangan banyaknya korban meninggal atau kritis pada kelompok usia tersebut akibat terinfeksi virus Corona. 
“Angka kematian akibat Covid-19 ini menunjukkan data statistik bahwa kelompok usia lanjut atau lansia menduduki porsi yang cukup tinggi, yang relatif lebih tinggi yaitu sekitar 47,3%, berdasarkan data terakhir yang kami dapatkan di KPCPEN,” katanya.
Oleh karena itu menurutnya menjadi keharusan  bagi pemerintah untuk memprioritaskan pemberian  vaksin pada kelompok usia tersebut. 
Meskipun demikian menurut dia, pemberian vaksin pada kelompok lansia di atas 60 tahun tetap memperhatikan aspek khasiat dan keamanannya. 
Baca juga: BPOM Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Sinovac untuk Lansia
Oleh karena itu BPOM memonitor terlebih dahulu uji klinik vaksin Sinovac pada Lansia di atas 60 tahun, sebelum kemudian menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use of Authorization (EUA).
Uji klinik tersebut telah dilakukan di luar negeri yakni China dan Brazil.
Dari hasil uji klinik tersebut, tidak ditemukan adanya efek samping yang serius pada Lansia di atas 60 tahun setelah diberikan vaksin Coronavac.
“Dari hasil studi klinik yang telah dilakukan , efek samping umumnya terjadi adalah ringan yaitu nyeri, mual, demam bengkak dan kemerahan pada kulit dan sakit kepala ,” pungkasnya.

Tags :