HOME
Home » Uncategorized » Benarkah Vape Bisa Jadi Alternatif Pengganti Rokok? Ini Kata Peneliti

Benarkah Vape Bisa Jadi Alternatif Pengganti Rokok? Ini Kata Peneliti

Posted at February 4th, 2021 | Categorised in Uncategorized




Suara.com – Dalam beberapa tahun belakangan, penggunaan rokok elektri menjadi alternatif bagi sejumlah perokok. Tapi benarkah, rokok elektrik atau vape tidak lebih berisiko dari rokok?

Pada diskusi Penyesuaian Regulasi Berdasarkan Profil Resiko Produk dalam Usaha Pengurangan Dampak Buruk Tembakau, Kepala Departemen Darmasetika dan Peneliti Utama Departemen Farmasi Universitas Brawijaya Oktavia Eka Puspita, M.Sc.,Apt, DR. DRS.mengatakan bahwa penggunaan rokok konvensional menyebabkan peningkatan tekanan darah sistolik, diastolik, dan detak jantung secara signifikan.

“Vape secara umum menunjukkan besaran peningkatan yang lebih kecil dibandingkan dengan rokok konvensional. Pada studi yang lain yang telah diteliti, rokok konvensional dan vape keduanya dapat meningkatkan arterial elasticity dan stress oxidate,” ungkap Oktavia, Kamis, (04/02/2021).

Sementara itu, dilansir dari Nature, arterial elasticity merupakan ukuran non-invasif untuk menentukan risiko kardiovaskular.

Baca Juga:
Perokok Berat, Awkarin Kini Kecanduan Vape

Ilustrasi vapeTelah dibuktikan bahwa penilaian elastisitas arteri mencerminkan luasnya cedera vaskular karena faktor risiko kardiovaskular.

Sedangkan stress oxidate, melansir dari Alodokter, merupakan jumlah radikal bebas dan pertahanan tubuh (antioksidan) yang tidak seimbang dan cenderung lebih banyak radikal bebas.

Oktavia juga menambahkan penggunaan vape dapat mengurangi jumlah konsumsi rokok tembakau tersebut.

“Sebagian besar pengguna vape mampu mempertahankan berhenti merokok dalam 12 bulan,” tulis penelitannya yang dipaparkannya.

Selain itu, menurut DR. DRS. Trubus P. Rahadiansyah MS, SH, mengatakan, bahwa berharap masyarakat Indonesia berhenti merokok tanpa alternatif menjadi tidak realistis.

Baca Juga:
Luncurkan Liquid Vape, Awkarin Ingin Ubah Stigma Cewek Perokok

Hal itu ia tunjukkan melalui grafik mengenai presentase perokok di Indonesia yang tidak menunjukkan penurunan yang signifikan.

Menurutnya, dalam parapan tersebut, tembakau sudah menjadi bagian kehidupan sehari-hari di Indonesia. Oleh karena itu butuh produk alternatif lain untuk mengurangi penggunaan rokok pada masyarakat Indonesia.