HOME
Home » Uncategorized » Kepala Bappenas : Indonesia Butuh Investasi Rp5.900 Triliun Lebih untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Kepala Bappenas : Indonesia Butuh Investasi Rp5.900 Triliun Lebih untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Posted at February 9th, 2021 | Categorised in Uncategorized




Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA РPemerintah terus berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa mengatakan Indonesia membutuhkan suntikan investasi besar.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia membutuhkan realisasi investasi sebesar Rp5.817,3 triliun hingga Rp5.912,1 triliun agar pertumbuhan ekonomi pada 2021 bisa mencapai 5,5%.
Realisasi investasi tersebut sangat dibutuhkan setelah perekonomian RI dihantam pandemi Covid-19 selama satu tahun terakhir.
Perlu diketahui, pada tahun 2020 realisasi investasi hanya mencapai Rp4.897,78 triliun karena pertumbuhan ekonomi terkontraksi untuk penanganan Covid-19. Jumlah tersebut mengalami minus hingga 4,95% dari realisasi investasi pada 2019.
Baca juga: Akses Permodalan Masih Kurang, Kemenkop Catat Proporsi Kredit UMKM Baru 20 Persen
“Dampak pandemi Covid-19 sangat memengaruhi turunnya realisasi investasi di Indonesia.
Maka dibutuhkan pendanaan sekitar Rp5.817,3 triliun hingga Rp5.912,1 triliun untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5%,” kata Suharso dalam paparannya di Kantor Bappenas Jakarta, Selasa (9/2/2021).
Agar realisasi itu tercapai dibutuhkan tambahan investasi sekitar Rp919,52 triliun hingga Rp1.014,32 triliun dari jumlah realisasi investasi di tahun 2020.
Politisi PPP itu menyebut Indonesia tak bisa terlalu mengandalkan porsi investasi pemerintah.
Baca juga: Garuda Indonesia Selesaikan Proses Pencairan Dana Hasil OWK Sebesar Rp 1 Triliun
Menurutnya dalam investasi milik pemerintah share porsinya tak banyak sehingga butuh tambahan dari pihak swasta agar realisasi investasi tercapai.
“Realisasi investasi di tahun 2021 juga membutuhkan tambahan dari pihak swasta agar target tersebut tercapai.
Karena porsi share dari investasi pemerintah yang tak terlalu banyak, jadi peran swasta juga penting untuk meningkatkan realisasi investasi dalam negeri,” tutup Suharso.¬†

Tags :