HOME
Home » Uncategorized » Potensi Kerugian Negara Rp 56 Miliar dari Tiga Kali Ekspor Benih Lobster Ilegal

Potensi Kerugian Negara Rp 56 Miliar dari Tiga Kali Ekspor Benih Lobster Ilegal

Posted at January 28th, 2021 | Categorised in Uncategorized



Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia Moh Abdi Suhufan mengatakan delama bulan Januari 2021 terdapat 3 kali upaya ekspor benih lobster ilegal yang berhasil digagalkan oleh aparat penegak hukum. 
Dari 3 kali percobaan ekspor benih lobster ilegal tersebut, berhasil diselamatkan benih lobster sebanyak 551.963 ekor atau senilai Rp56 miliar. 
Abdi mengatakan, ekspor benih illegal selama Januari 2021 yang berhasil digagalkan merupakan angka yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan sepanjang 2020.
“Kita patut prihatin sebab baru satu bulan berjalan, ekspor benih lobster illegal sudah mencapai 551.963 ekor. Sangat tinggi dibanding sepanjang tahun 2020 lalu 896.238 ekor,” ujar Abdi, dalam keterangannya, Kamis (28/1/2021). 
Baca juga: KPK Kumpulkan Bukti Dugaan Korupsi Lain dalam Kasus Suap Benih Lobster
Abdi menilai tingginya penyelundupan benih lobster selama bulan Januari disebabkan oleh beberapa faktor. Antara lain meningkatnya permintaan benih pasca natal dan tahun baru hingga pelarangan sementara ekspor melalui jalur legal.
Dia menduga bahwa benih yang digagalkan ini merupakan sebagian kecil yang berhasil lolos dari pengawasan aparat keamanan.
“Jalur ilegal juga lebih murah, mendatangkan keuntungan besar dari pada jalur legal, walaupun dengan resiko besar ketangkap aparat,” kata dia. 
Baca juga: KPK Periksa Pejabat KKP Terkait Kasus Suap Ekspor Benih Lobster Edhy Prabowo
Abdi menyampaikan bahwa ke-3 lokasi penangkapan tersebut merupakan wilayah yang selama ini menjadi lokasi penyelundupan yaitu Sukabumi, Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. 
“Ini wilayah tradisional penyundupan lobster, mestinya KKP dan aparat terkait sudah bisa mengantisipasi dengan meningkatkan pengawasan,” imbuhnya. 

Tags :