HOME
Home » Uncategorized » Sesak Napas Usai Divaksinasi, Lelaki India Meninggal karena Efek Samping?

Sesak Napas Usai Divaksinasi, Lelaki India Meninggal karena Efek Samping?

Posted at January 18th, 2021 | Categorised in Uncategorized




Suara.com – Kabar buruk terkait vaksinasi virus Corona datang dari India. Seorang lelaki meninggal usai mendapatkan vaksin Covid-19 dengan keluhan sesak napas.

MelansirThe Hindu Senin (18/01/2021) Mahipal Singh, pekerja di rumah sakit distrik di Moradabad menerima vaksin covid-19 pada tanggal 16 Januari. Keesokan harinya ia mengeluh nyeri dada dan sesak napas, sebelum dilarikan ke rumah sakit .

Pejabat rumah sakit menyebut Mahipal tak bisa diselamatkan dan meninggal pada pukul 6 sore.

Visval, putra Mahipal yakin ayahnya meninggal karena efek samping vaksin tapi keterangan medis menyebut ini tak terkait dengan vaksin covid-19. Mahipal Singh meninggal karena penyakit kardiopulmoner.

Baca Juga:
Ada 25 Relawan Uji Vaksin Positif Covid-19, Ini Penjelasannya

Visval yang mengantar ayahnya suntik vaksin kembali ke rumah pada pukul 13.30 dan setelah itu ayahnya mengeluh sesak napas. Pria 46 tahun itu mengeluh tidak enak badan.

“Dia sudah menderita radang paru-paru, batuk dan pilek, tetapi ketika kembali ke rumah setelah vaksin, dia merasa lebih buruk. Kami memberinya air hangat dan teh dan membuatnya berbaring di tempat tidur,” ujar Visval.

CMO akhir pada 16 Januari menyebut kematiannya bukan reaksi dari vaksin. Mahipal juga sudah melakukan tugas malam dan tidak menghadapi masalah apapun, katanya.

Pada 17 Januari, pemerintah negara bagian mengeluarkan laporan berdasarkan otopsi dan mengatakan Mahipal meninggal karena syok kardiogenik dan septikemia akibat penyakit kardiopulmoner.

Sebuah panel yang terdiri dari tiga dokter menemukan bahwa jantung Mahipal memiliki berat 500 gram dibandingkan dengan kisaran normal 200 gram karena bilik dan aorta organ ditemukan dengan bekuan darah.

Baca Juga:
Tenaga Kesehatan di Sulsel Menolak Disuntik Vaksin Covid-19, Ada Apa ?

Mereka juga menemukan kantong nanah di paru-paru. Kini paru-paru, jantung dan darah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut, kata CMO dalam laporannya.