HOME
Home » Uncategorized » Singapura dan AS Tawarkan Bantuan ke KNKT Soal Investigasi Sriwijaya Air

Singapura dan AS Tawarkan Bantuan ke KNKT Soal Investigasi Sriwijaya Air

Posted at January 11th, 2021 | Categorised in Uncategorized




Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Sub Komite IK penerbangan KNKT Capt. Nurcahyo Utomo mengungkapkan tawaran bantuan dari negara lain untuk menginvestigasi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air.
Bantuan tersebut ditawarkan oleh Singapura dan Amerika Serikat. Singapura menawarkan bantuan pencarian black box atau kotak hitam.
“KNKT juga sudah menerima tawaran dari transportation safety investigation Bureau (TSIB) Singapore yang mana mereka akan membantu melakukan pencarian black box,” kata Nurcahyo melalui keterangannya, Minggu (10/1/2021).
Sementara Amerika Serikat mengajukan bantuan untuk penyelidikan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di kawasan Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.
Baca juga: UPDATE Pencarian Korban Sriwijaya Air: Sempat Terkendala Cuaca hingga 7 Kantung Jenazah Tiba di RS
Baca juga: Anisa Bahar Disebut Pansos karena Opininya Soal Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air, Ini yang Ditulisnya
“KNKT juga sudah melakukan koordinasi dengan otoritas Amerika yaitu NTSB dan sudah ditunjuk Michael Holfs yang akan menjadi accreditate representatif di investigasi kecelakaan pesawat ini,” tutur Nurcahyo.
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan ke bagian pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta – Pontianak yang jatuh di perairan Pulau Seribu di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (10/1/2021). Temuan bagian pesawat selanjutnya akan diperiksa oleh KNKT sedangkan potongan tubuh korban diserahkan kepada DVI Polri untuk identifikasi lebih lanjut. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)Dirinya mengatakan KNKT dengan otoritas berwenang untuk mengurus kedatangan pihak luar negeri. Mengingat saat ini pemerintah menerapkan larangan bagi warga negara asing untuk masuk.
Jika memungkinkan, Nurcahyo mengatakan pihak dari luar negeri tersebut akan membantu penyelidikan.
“Untuk kedatangan dari pihak-pihak dari luar negeri KNKT masih bekerja sama untuk mendapatkan izin sehubungan dengan peraturan pemerintah larangan bagi warga negara asing untuk masuk ke Indonesia sampai tanggal 14 Januari,” ucap Nurcahyo.
Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya SJ-182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (09/1/2021) sore sekitar pukul 14.40 WIB. 
Pesawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut 12 awak dan 50 penumpang yang terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi. 

Tags :