HOME
Home » Uncategorized » Warga Indonesia di Melbourne Berlomba Menikah Setelah Lockdown

Warga Indonesia di Melbourne Berlomba Menikah Setelah Lockdown

Posted at January 17th, 2021 | Categorised in Uncategorized


Pekerjaan sambilan sebagai seorang koordinator pernikahan di Melbourne membuat Eugene Ezra paham betul apa yang ia inginkan dalam pernikahannya.”Saya memikirkan, pasti ada orangtua, saksi, ‘dance floor’, dan bahkan kami sudah memikirkan nanti akan pakai lagu apa, belajar menari bagaimana … jadi sebenarnya banyak sekali yang sudah direncanakan,” kata Ezra.Sebelum pandemi COVID-19, Ezra, yang sudah mengkoordinir paling tidak 15 pernikahan, sudah selesai menyusun acara pernikahannya untuk tanggal 10 Oktober 2020.Tapi pernikahan yang sudah dimimpikannya sejak dua tahun lalu malah mendapat “kejutan” akibat pandemi.”Pernikahan di bulan Oktober dilarang sama sekali karena parah banget [kondisi akibat jumlah kasus COVID-19], semua pernikahan bahkan tidak bisa jalan kalau tidak ada ‘compassionate reasons’ [alasan iba],” katanya.Walau dengan berat hati, Ezra dan pasangannya, Willius mendahulukan pernikahan mereka di gereja pada tanggal 9 Januari 2021 lalu.Dalam pernikahan yang dihadiri 100 orang anggota keluarga dan teman tersebut, terlihat banyaknya perbedaan bila dibandingkan dengan rencana awal di permulaan pandemi.
“Beda jauh sih, [pernikahan] ini di luar apa yang saya rencanakan,” kata Ezra kepada Natasya Salim dari ABC Indonesia.
“Tapi saya bersyukur semua teman-teman dekat saya tetap ada, termasuk kakak saya. Dan semuanya masih sehat.”Mereka namun masih harus menunda resepsi pernikahan lain yang seharusnya dilaksanakan pada bulan Februari, karena ramainya pemesanan tempat hingga pertengahan tahun 2021.
Supplied: Eugene Ezra (kanan) menikah dengan suaminya, Willius 9 Januari lalu di saat ‘lockdown’ Victoria telah dilonggarkan.
Kembali ke Ezra yang baru saja menikah akhir pekan lalu ia mengatakan pandemi telah “mengubah perspektif” soal pernikahan. “Apapun yang direncanakan dalam dunia pandemi seperti ini, pada akhirnya yang dari punya banyak banget ide, sampai akhirnya yang penting semua sehat dan jalan,” tutur Ezra.
“Dan untuk yang masih deg-degan karena mau nikah, menurut saya jalankan saja sih, karena memang kita hanya bisa berencana, tapi pada akhirnya pikirkan ‘marriage’ [pernikahan]-nya, bukan ‘the wedding itself’ [pesta perkawinan]. Jangan ‘discouraged’ [patah semangat].”
Ikuti berita seputar pandemi di Australia serta komunitas Indonesia dan lainnya di ABC Indonesia.

Tags :