HOME
Home » Uncategorized » Webinar Hari Kanker Sedunia 2021: Kanker Penyebab Kematian yang Tinggi di Dunia dan di Indonesia

Webinar Hari Kanker Sedunia 2021: Kanker Penyebab Kematian yang Tinggi di Dunia dan di Indonesia

Posted at February 2nd, 2021 | Categorised in Uncategorized




TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dalam rangka Hari Kanker Sedunia tahun 2021, Kementerian Kesehatan RI, Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), PERABOI Pusat dan didukung oleh Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD), Selasa (2/2/2021) melakukan webinar sosialisasi tentang deteksi dini kanker payudara yang diikuti sebanyak 980 bidan-bidan dari seluruh wilayah Indonesia dengan tema Peran Bidan pada Skrining dan Deteksi Dini Kanker Payudara.
Sebagai host webinar ini Linda Agum Gumelar, Pendiri dan Ketua YKPI dengan narasumber dr. Emi Nurjasmi, M.Kes, Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan dr. Walta Gautama, SpB[K}Onk, Ketua PERABOI Pusat serta acara ini dipandu oleh dr. Shanty Gultom, Pengurus YKPI dan Endang Juniarti, anggota Survivor Kanker Payudara (SKP) Dian-YKPI.
Acara ini dibuka seraca resmi oleh dr. Cut Putri Arianie, MH.Kes, Direktur P2PTM, Ditjen P2P, Kemenkes RI.
Sesuai fakta di lapangan 70% pasien kanker payudara datang berobat ke dokter sudah dalam stadium lanjut sehingga kualitas hidupnya rendah, padahal bila kanker payudara ditemukan pada stadium awal dan langsung ditangani secara medis, harapan hidup pasien akan semakin tinggi.
Untuk menekan kejadian kanker payudara stadium lanjut perlu dilakukan bersama-sama dengan melibatkan 3 pilar yaitu pemerintah, masyarakat dan swasta. Kali ini YKPI bergandengan tangan dengan IBI yang anggotanya tersebar di seluruh wilayah Indonesia sampai di desa-desa dengan jumlah yang cukup besar, dimana para bidan yang selalu berhadapan langsung dengan para ibu dan keluarganya, ujar Linda Ketua YKPI.
Walaupun para Bidan telah mendapatkan ilmu dan juga ikut berperan dalam mengkampanyekan SADARI kepada masyarakat ditempatnya bertugas, namun ilmu tentang skrining dan deteksi dini kanker payudara dirasa perlu untuk diperdalam dan sekaligus berbagi pengalaman, lanjut Linda.
Bidan sebagai tenaga kesehatan yang strategis, berada ditengah masyarakat sebagai lini terdepan pelayanan kesehatan yang tersebar di seluruh Indonesia, disamping itu Bidan memiliki kewenangan dalam pelayanan kesehatan Ibu dan Anak, kesehatan reproduksi perempuan, termasuk skrining kanker payudara dan kanker serviks, jelas dr. Emi Nurjasmi, M.Kes, Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI).
Selama ini upaya yg dilakukan bidan fokus kepada : promotif dan preventif, edukasi, skrining dan kolaborasi jika ditemukan kasus, untuk itu skrining kanker payudara termasuk dalam ruang lingkup pelayanan bidan, sehingga webinar ini sangat strategis untuk menambah pengetahuan bidan dalam melaksanakan tugasnya di lapangan, lanjut EmiSituasi pandemi Covid-19 sangat berpengaruh terhadap penyelenggaraan pelayan kesehatan esensial termasuk pelayanan dan upaya deteksi dini kanker. Perlu disadari bahwa penyakit penyerta yang dimiliki individu akan memperburuk kondisi infeksi Covid-19, sehingga penting bagi para penyandang kanker terutama kanker payudara dapat terus diobati dan ditangani secara tepat di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Untuk itu diharapkan agar fasyankes tetap memberikan layanan esensial ini, Ungkap dr. Cut Putri Arianie, MH.Kes, Direktur P2PTM, Ditjen P2P, Kemenkes RI
Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian yang tinggi di dunia dan di Indonesia. Berdasarkan Globocan 2020, diperkirakan 1 dari 5 orang menderita kanker di dunia. Kanker payudara merupakan kanker terbanyak pada wanita, yaitu sebanyak 24,5 % dari seluruh kanker.
Di Indonesia, kanker payudara merupakan kanker tertinggi dengan angka kejadian 44 per 100.00 penduduk dengan angka kematian 15,3 per 100 penduduk (data BPJS Kesehatan).

Tags :